Dunia persilatan Land of Dawn kembali memanas pekan ini. Kalau kalian ngerasa hidup kalian berat, coba lihat fans RRQ Hoshi sekarang. Mungkin itu sedikit menghibur. Masuk ke Week 5 MPL ID S17, tensi kompetisi bukannya makin adem, malah makin nggak masuk akal. Kita melihat bagaimana sebuah dinasti masih mencoba bertahan di puncak, sementara di sisi lain, ada tim raksasa yang seolah lupa cara memenangkan satu game pun.
Fenomena “Sang Raja yang Terluka” ini jadi bahan gunjingan paling hangat di tongkrongan gamer minggu ini. Di forum PLAYKAMI, perdebatan soal strategi drafting sampai soal mental pemain nggak ada habisnya. Kita semua tahu, MPL bukan cuma soal skill mekanik, tapi soal siapa yang paling dingin kepalanya saat ditekan. Dan di pekan kelima ini, dinginnya AC stage MPL kayaknya nggak cukup buat mendinginkan suasana hati para Kingdom yang harus melihat tim kesayangannya jadi juru kunci.
Pekan kelima yang berakhir pada 27 April 2026 ini memberikan kita banyak pelajaran: jangan pernah ngeremehin tim papan bawah dan jangan pernah merasa aman meski sudah di puncak. Di PLAYKAMI, kami selalu bilang bahwa konsistensi adalah kunci, dan sayangnya, nggak semua tim punya kunci itu minggu ini. Yuk, kita bedah apa aja yang terjadi di arena sepanjang pekan kemarin.
Week 5 Jadi Pekan Pahit untuk RRQ Hoshi

RRQ Hoshi hanya menjalani satu pertandingan di pekan kelima. Secara teori, jadwal ringan harusnya jadi kesempatan reset mental dan ambil poin. Namun realitanya justru sebaliknya.
Mereka dihajar Dewa United Esports dengan skor telak 0-2.
Tidak ada cara halus untuk mengatakannya: RRQ sedang dalam fase darurat. Delapan kekalahan tanpa kemenangan bukan sekadar statistik buruk, tapi sinyal ada sesuatu yang tidak sinkron. Entah komunikasi, eksekusi, drafting, atau mungkin semuanya sekalian.
Yang paling berbahaya bukan kalah, tapi terlihat kehilangan identitas permainan.
Dulu RRQ dikenal dengan momentum fight rapi, tekanan objektif matang, dan aura tim besar. Sekarang? Kadang terlihat seperti lima pemain yang sedang mencoba mengingat rencana game di tengah match.
Pernah lihat tim besar panik? Nah, itu yang sedang ditonton publik sekarang.
Onic Masih Jadi Standar Liga di Week 5
Di sisi lain, Onic tetap berada di puncak klasemen dengan tujuh kemenangan dan dua kekalahan. Ya, mereka memang tumbang dari Geek Fam 1-2. Tapi bedanya tim kuat dan tim biasa ada di sini: kalah satu seri tidak mengubah aura dominasi.
Sebelum kalah dari Geek Fam, Onic lebih dulu membungkam Evos 2-0 tanpa banyak drama. Mereka tetap terlihat disiplin, objektif clear, dan teamfight terukur.
Kiboy dan kawan-kawan juga terlihat nyaman beradaptasi dengan meta baru. Hero pool fleksibel, rotasi cepat, dan timing punish mereka masih jadi salah satu yang terbaik di liga.
Kalau ada tim lain mau juara, mereka harus melewati standar yang dipasang Onic sekarang.
Geek Fam dan Navi Bikin Papan Tengah Makin Chaos
Kalau cuma lihat atas dan bawah, kita bakal kehilangan cerita paling menarik musim ini: papan tengah.
Geek Fam sukses bikin kejutan besar dengan menumbangkan Onic 2-1. Sebelumnya mereka kalah dari Navi. Artinya, tim ini masih inkonsisten, tapi punya potensi mengacak-acak siapa pun.
Navi juga mulai menunjukkan nyawa. Mereka menumbangkan Geek Fam dan terus menjaga peluang naik.
Ini yang bikin perebutan slot playoff makin seru. Tim papan tengah sekarang bukan sekadar penggembira. Mereka bisa jadi penentu nasib tim besar.
Lo lengah satu match? Bisa langsung turun dua peringkat. Kompetitif? Sangat. Brutal? Jelas.
Pergeseran Peta Kekuatan di Klasemen Sementara Week 5
Kalau kita lihat hasil pertandingan lengkap sepanjang Week 5, ada beberapa tim yang performanya mulai stabil banget. Bigetron by Vitality masih setia membuntuti Onic di posisi kedua. Mereka tampil klinis saat menghadapi Evos dengan skor 2-0. Evos sendiri harus rela turun ke peringkat keenam setelah hasil yang kurang memuaskan minggu ini. Sepertinya “Macan Putih” lagi butuh asupan semangat lebih banyak lagi.
Kejutan lain datang dari Team Liquid ID. Mereka berhasil merangkak naik ke posisi ketiga, menggeser dominasi yang biasanya dipegang tim-tim lama. Kemenangan mereka atas Alter Ego dan performa konsisten lainnya membuktikan kalau tim ini punya potensi jadi dark horse di musim ini. Sementara itu, Alter Ego sendiri masih membayangi di urutan keempat. Persaingan di papan tengah beneran sengit, poinnya tipis-tipis banget kayak kertas tisu.
Berikut adalah ringkasan hasil pertandingan biar kalian nggak bingung:
Evos
Alter Ego
Evos
Alter Ego
Dari tabel skor di atas, kelihatan banget kalau Dewa United juga mulai bangun dari tidurnya. Mereka sukses menyapu bersih kemenangan pekan ini, termasuk saat menumbangkan Team Liquid ID. Persaingan menuju playoff di sisa musim ini bakal jadi “perang saudara” yang luar biasa berdarah-darah. Di portal PLAYKAMI, kami sudah memprediksi bahwa pekan-pekan depan akan jauh lebih intens karena tim-tim di peringkat 5-8 bakal habis-habisan demi satu tiket tersisa.
Siapa yang Bertahan, Siapa yang Pulang?
Berakhirnya Week 5 MPL ID S17 memberikan gambaran kasar siapa yang bakal mendominasi dan siapa yang kemungkinan besar harus angkat koper lebih awal. Onic, meski sempat terjegal, tetaplah kandidat terkuat juara Regular Season. Di sisi lain, RRQ Hoshi butuh lebih dari sekadar keberuntungan untuk bisa keluar dari zona merah. Mereka butuh revolusi permainan secepatnya.
Buat kalian para pecinta esports, drama di MPL ID S17 ini adalah hiburan kelas atas. Jangan cuma jadi penonton pasif, yuk ikut diskusi dan pantau terus perkembangan tim kesayangan kalian. Apakah kalian tipe fans yang setia sampai akhir atau yang langsung ganti tim pas idola lagi kalah? Jangan lupa buat selalu update info terbaru soal jadwal dan analisis mendalam hanya di PLAYKAMI.
Nah, kalau melihat performa tim di pekan kelima ini, menurut kalian siapa nih tim yang paling mengecewakan? Dan apakah RRQ Hoshi masih punya peluang masuk playoff, atau ini sudah saatnya mereka fokus buat musim depan aja? Tulis opini tajam kalian di kolom komentar bawah, ya! Sampai ketemu di update PLAYKAMI selanjutnya!
