Profil Adriand “The Last Kage” Larsen
Biodata Adriand “The Last Kage” Larsen
Adriand Larsen Wong, atau yang lebih dikenal dengan nama Drian, merupakan salah satu Mid Laner
veteran terbaik dalam sejarah Mobile Legends Indonesia. Ia dikenal luas sebagai salah satu pilar
utama kejayaan ONIC Esports sejak bergabung pada 11 Juli 2018.
Dengan mekanik permainan yang solid, konsistensi tinggi, serta pengalaman kompetitif yang panjang,
Drian menjadi sosok penting dalam berbagai pencapaian ONIC di scene esports nasional maupun internasional.
Kalau ngomongin mid laner legendaris di scene Mobile Legends Indonesia, nama Adriand Larsen jelas masuk dalam daftar elite. Sosok yang akrab dipanggil Drian ini bukan sekadar pemain biasa, dia adalah simbol konsistensi, loyalitas, dan evolusi gameplay tingkat tinggi yang jarang dimiliki player lain.
Lewat artikel profil di Playkami, kita bakal kupas tuntas perjalanan karier, gaya bermain, sampai legacy yang bikin Drian dijuluki The Last Kage.
Siapa Adriand Larsen The Last Kage?

Adriand Larsen Wong, atau Drian, lahir pada 28 Agustus 2002 dan memulai karier profesionalnya bersama ONIC Esports sejak 2018. Di sinilah semuanya dimulai, era kejayaan ONIC Kage yang legendaris.
Sebagai mid laner, Drian punya peran krusial:
bukan cuma clear lane, tapi jadi motor rotasi, kontrol map, dan pengatur tempo permainan.
Yang bikin Adriand Larsen beda?
- Map awareness di atas rata-rata
- Positioning super disiplin
- Timing teamfight yang nyaris selalu tepat
Singkatnya, dia bukan cuma ikut war, tapi dia yang “menentukan kapan war itu layak dimenangkan.”
Era ONIC Kage & Julukan “The Last Kage”

Di tahun 2019, Drian bersama Udil, Antimage, Psychoo, dan Sasa membentuk skuad ONIC Kage, tim yang bisa dibilang meta breaker di masanya.
Dominasi mereka bukan gimmick:
- Juara MPL ID multiple season
- Juara MSC 2019
- Juara berbagai turnamen internasional
Namun waktu berjalan, satu per satu roster hengkang.
Dan di sinilah cerita jadi menarik, karena Adriand Larsen tetap bertahan.
Itulah kenapa fans menjulukinya “The Last Kage”, simbol terakhir dari generasi emas ONIC.
Kalau ini anime, Drian itu karakter yang masih berdiri saat yang lain sudah pensiun: tenang, tapi mematikan.
Gaya Main Adriand Larsen: Fleksibel, Cerdas, dan Mematikan
Sebagai mid laner, Drian dikenal punya hero pool luas dan eksekusi mekanik yang presisi.
Hero Signature Drian:
- Lunox – combo chaos-brilliance yang presisi banget
- Yve – zoning area yang bikin musuh “no entry”
- Pharsa – damage jarak jauh + open vision
- Valentina – outplay ulti lawan dengan cerdas
- Cecilion – scaling late game yang sering jadi clutch
Menariknya, Adriand Larsen juga fleksibel.
Dalam beberapa kondisi, dia bisa turun jadi roamer atau bahkan backup jungler, yang menunjukkan kapasitas makro yang matang.
Di ekosistem kompetitif seperti MPL, fleksibilitas ini adalah aset bernilai tinggi. Dan Drian punya itu.
Prestasi Adriand Larsen: Bukti Nyata, Bukan Sekadar Hype
Selama hampir 6 tahun bersama ONIC, Drian mengoleksi banyak trofi:
- MPL ID Champion (Season 3, 8, 10, 11, 12)
- MSC Champion 2019
- Piala Presiden Esports 2019
- ONE Esports Invitational Champion (2021 & 2022)
- Runner-up SEA Games 2019
Plus berbagai penghargaan individu seperti Best Mid Lane dan MVP mingguan.
Ini bukan sekadar statistik diatas kertas, ini track record yang mempertegas posisi Adriand Larsen sebagai salah satu mid laner terbaik Indonesia.
Tips Main Midlane Ala Adriand Larsen
Buat lo yang ingin naik rank atau bahkan serius ke jalur kompetitif, gaya main Drian bisa jadi blueprint:
1. Clear Wave Cepat = Rotasi Cepat
Mid lane itu pusat tempo. Siapa cepat, dia yang pegang map.
2. Map Awareness Itu Wajib
Kalau minimap jarang dilirik, siap-siap jadi beban tim.
3. Positioning > Nafsu Kill
Damage besar gak ada artinya kalau mati duluan.
4. Kuasai Hero Meta
Minimal punya 3-4 hero yang siap dipakai di draft.
5. Mental Tahan Banting
Turun kasta bukan akhir, kadang itu proses scaling IRL.
Legacy Adriand Larsen di Scene MLBB
Perjalanan Adriand Larsen adalah bukti bahwa konsistensi dan adaptasi adalah kunci bertahan di level tertinggi. Dari era ONIC Kage sampai panggung baru di Dewa United, Drian tetap jadi figur yang dihormati—bukan karena masa lalu, tapi karena performa yang masih berbicara.
Kalau lo pengen update insight, profil player, sampai cerita menarik dari dunia esports dan anime culture, Playkami jadi tempat yang tepat buat stay ahead of the curve. Karena di dunia yang cepat berubah ini, yang bertahan bukan yang paling kuat—tapi yang paling adaptif. Dan Drian? Jelas masuk kategori itu.
