Asian Games 2026 bakalan jadi panggung super megah buat kancah olahraga Asia, terutama bagi kamu para gamer yang saban hari mantengin live streaming turnamen. Bertempat di wilayah Aichi-Nagoya, Jepang, pesta olahraga terbesar se-Asia ini siap digelar mulai 19 September hingga 4 Oktober 2026. Dari total hampir 71 cabang olahraga yang dilombakan, industri gim kembali membuktikan taringnya lewat hadirnya 11 nomor pertandingan esports resmi.
Buat kamu yang sering nongkrong bareng komunitas di PLAYKAMI, euforia ini pasti sudah terasa sejak sekarang. Pasalnya, dari 45 negara anggota Olympic Council of Asia (OCA), ada 31 negara yang resmi mengirimkan atlet-atlet terbaiknya untuk memperebutkan takhta tertinggi. Menariknya lagi, Kontingen Indonesia dipastikan melangkah mantap dengan turun di delapan nomor pertandingan sekaligus.
Ajang ini bukan sekadar pamer ketangkasan jari di layar ponsel atau keyboard, tapi juga gengsi membawa nama bangsa. Biar kamu nggak kelewatan momen bersejarah saat atlet Indonesia bertanding, yuk bedah detail venue, jadwal, hingga peta persaingan ketatnya di bawah ini!
Venue Asian Games Esport 2026: Aichi Sky Expo Jepang

Seluruh rangkaian laga sengit cabang esports di Asian Games 2026 bakal dipusatkan di Aichi Sky Expo. Venue internasional yang megah ini berlokasi sangat strategis di kawasan Bandara Internasional Chubu Centrair, Aichi, Jepang.
Pertandingan esports sendiri dijadwalkan berlangsung selama 10 hari penuh, mulai dari tanggal 23 September sampai 2 Oktober 2026. Jadwal padat ini dikemas agar penonton dari seluruh belakangan dunia bisa menikmati setiap episodenya tanpa rehat.
Deretan gim papan atas bakal diadu di arena ini. Mulai dari gim MOBA favorit jutaan umat seperti Mobile Legends: Bang Bang (MLBB), League of Legends (LoL), Honor of Kings, gim battle royale intens PUBG Mobile, hingga gim pertarungan cepat Pokémon UNITE.
Jadwal Lengkap Pertandingan Esports Asian Games 2026
Biar kamu nggak salah pasang pengingat di kalender, berikut adalah jadwal resmi babak perebutan medali untuk 11 cabang esports berdasarkan rilis data dari Tencent Esports:
Jadwal Esports Asian Games 2026
Jadwal pertandingan dan jumlah negara yang berpartisipasi di cabang esports Asian Games 2026.
| Tanggal Pertandingan | Cabang / Game Esports | Jumlah Negara Bertanding |
|---|---|---|
| 23 September | eFootball | 24 Tim |
| 23 September | Gran Turismo 7 | 16 Tim |
| 23–24 September | Naraka: Bladepoint | 8 Tim |
| 25–26 September | Competitive Martial Arts | 14 Tim |
| 26 September | Puyo Puyo Champions | 12 Tim |
| 27 September | Pokémon UNITE | 11 Tim |
| 27–28 September | Honor of Kings | 11 Tim |
| 28–29 September | PUBG Mobile | 12 Tim |
| 28–30 September | Identity V | 10 Tim |
| 1 Oktober | Mobile Legends: Bang Bang | 11 Tim |
| 2 Oktober | League of Legends | 8 Tim |
Indonesia Tembus Top 5 Negara dengan Partisipasi Terbanyak!
Kabar baiknya buat kita semua, Indonesia tercatat masuk dalam posisi lima besar negara yang paling banyak mengirimkan wakil di cabang esports Asian Games 2026. Tim Merah Putih bakal unjuk gigi di 8 nomor pertandingan, sejajar dengan kekuatan esports Vietnam.
Kehadiran Indonesia di ajang internasional seperti ini selalu memicu diskusi hangat di forum game online seperti PLAYKAMI, di mana para fans aktif menganalisis formasi pemain hingga meta gim terbaru.
Berikut daftar 5 negara dengan keterlibatan cabang esports paling luas di panggung Asia kali ini:
- Hong Kong – 10 Game (Hanya absen di PUBG Mobile)
- Malaysia – 9 Game (Absen di Puyo Puyo & Martial Arts)
- Korea Selatan – 9 Game (Absen di MLBB & Naraka)
- Indonesia – 8 Game
- Vietnam – 8 Game
Kontingen esports Tanah Air dijadwalkan mengikuti delapan dari 11 nomor esports. Artinya, Indonesia punya representasi di berbagai genre, bukan cuma game yang selama ini identik dengan skena Asia Tenggara.
Indonesia akan tampil di:
- Pokémon UNITE
- eFootball
- Gran Turismo 7
- Identity V
- Mobile Legends: Bang Bang
- Naraka: Bladepoint
- Honor of Kings
- PUBG Mobile
Keterlibatan tersebut juga sudah masuk tahap persiapan serius. PB ESI sebelumnya melakukan proses penetapan roster untuk sejumlah nomor pertandingan, sementara daftar atlet Indonesia kemudian difinalisasi dengan total 34 pemain untuk delapan nomor tersebut.
Artinya, Indonesia nggak datang sekadar sebagai pelengkap. Ada target kompetitif yang harus dijaga di berbagai game.
Peluang Timnas Indonesia di Asian Games Esport 2026

Dengan berlaga di delapan nomor berbeda, peluang Indonesia mendulang medali emas sangat terbuka lebar. Dua sektor yang paling menyedot perhatian publik tentu saja Mobile Legends: Bang Bang dan PUBG Mobile.
Di kancah Mobile Legends: Bang Bang, reputasi tim Indonesia sudah tidak perlu diragukan lagi. Ekosistem profesional yang matang membuat atlet kita selalu ditakuti di level Asia Tenggara. Ditambah lagi dengan absennya Korea Selatan dan tuan rumah Jepang di nomor MLBB, jalan Indonesia menuju podium tertinggi makin terbuka lebar.
Namun, mengutip analisis dari Esports Charts, persaingan di regional SEA tetap tidak boleh diremehkan karena negara seperti Filipina dan Malaysia selalu menyimpan kejutan taktikal.
Sementara di sektor PUBG Mobile, konsistensi atlet Tanah Air dalam membaca pergerakan zone dan kedalaman strategi aiming sudah teruji di berbagai turnamen dunia. Tak hanya dua gim itu, partisipasi Indonesia di gim balap seperti Gran Turismo 7 dan gim simolator eFootball membuktikan bahwa cakupan bakat esports nasional makin merata dan beragam.
Format Unik Berbasis Skuad: Ketika Kerja Sama Tim Jadi Kunci Utama
Ada yang berbeda pada gelaran Asian Games 2026 dibanding edisi-edisi terdahulu. OCA bersama panitia lokal menerapkan sistem pertarungan unik yang menekankan pada kekompakan antar-kategori gim.
- Sistem Hybrid eFootball: Setiap negara wajib mengirimkan satu player versi Mobile dan satu player versi PC/Konsol. Nilai kolektif dari kedua player inilah yang menentukan siapa yang berhak membawa pulang medali.
- Format Beregu Fighting Games: Pada kategori Competitive Martial Arts, tiga atlet yang masing-masing menguasai Street Fighter 6, Tekken 8, dan KOF XV harus bahu-membahu. Kemenangan negara ditentukan dari agregat hasil pertandingan ketiga gim tersebut.
Format inovatif ini jelas menuntut strategi pelatih yang matang. Tidak cukup hanya mengandalkan satu pemain bintang, seluruh lini harus memiliki performa yang stabil.
Keputusan Mengejutkan Jepang
Sebagai tuan rumah, Jepang sebenarnya mengantongi hak istimewa (wildcard) untuk tampil di semua cabang. Niat awal tentu ingin menguasai perolehan medali, tetapi Jepang secara mengejutkan memilih absen di empat gim besar: Mobile Legends: Bang Bang, Honor of Kings, Naraka: Bladepoint, dan League of Legends. Keputusan ini membuat Jepang hanya berlaga di 7 nomor pertandingan.
Di sisi lain, total ada 31 negara yang ambil bagian. Uniknya, peta kekuatan sangat bervariasi:
- China memilih tampil efisien dengan hanya mengikuti 4 gim (Identity V, Naraka, Honor of Kings, dan PUBG Mobile).
- Kamboja, Laos, dan Suriah menjadi peserta paling minim. Kamboja fokus penuh di MLBB, Laos memilih Honor of Kings, sementara Suriah bertarung di ajang Martial Arts.
Peta persaingan yang tidak merata ini justru membuat ajang Asian Games 2026 semakin sulit diprediksi dan menarik untuk terus dikawal.
Asian Games 2026 Bisa Jadi Momen Penting Esports Asia
Kalau melihat komposisi game dan jumlah negara yang terlibat, Asian Games 2026 punya posisi penting dalam perkembangan esports Asia.
OCA sendiri mencatat esports pertama kali hadir sebagai olahraga demonstrasi pada Asian Games 2018 di Jakarta-Palembang, kemudian menjadi cabang perebutan medali pada Asian Games Hangzhou 2023 dengan tujuh judul. Kini jumlahnya berkembang menjadi 11 nomor dan 13 judul game.
Perkembangan tersebut menunjukkan bahwa esports semakin ditempatkan sebagai bagian serius dari kompetisi olahraga internasional di kawasan.
Untuk Indonesia, tantangannya bahkan lebih besar. Delapan nomor berarti ada lebih banyak peluang untuk mengejar medali, tetapi sekaligus lebih banyak tekanan yang harus dihadapi.
Jadi, mulai sekarang jangan cuma menunggu pertandingan MLBB atau LoL. Ada eFootball, PUBG Mobile, Gran Turismo 7, Pokémon UNITE, Identity V, Honor of Kings, sampai Naraka: Bladepoint yang layak masuk radar.
Biar kamu nggak ketinggalan pembaruan skor, analisis pertandingan, dan diskusi seru sesama pencinta gim online, pastikan kamu selalu memantau perkembangan terbarunya bersama komunitas gamer di PLAYKAMI. Mari bersama kita kawal perjuangan Timnas Esports Indonesia meraih kejayaan dan membawa pulang medali emas!
