Esports Nations Cup (ENC) resmi ditunda penyelenggaraannya hingga November 2027 mendatang oleh Esports Foundation (EF). Keputusan yang terbilang mengejutkan ini memicu perbincangan hangat di kalangan gamers dan praktisi industri esports global. Kalau kamu rajin nongkrong di forum PLAYKAMI, gosip mengenai perubahan kalender turnamen sejatinya sudah terendus, namun pengumuman resminya tetap menyisakan banyak pertanyaan.
Awalnya, hajatan akbar antarnegara ini bakal menghentakkan Riyadh, Arab Saudi, pada November 2026. Tapi, menggelar turnamen perdana yang melibatkan lebih dari 100 negara jelas bukan urusan sepele layaknya membikin custom match di pos ronda.
Lantas, apa latar belakang di balik penundaan ini, dan bagaimana dampaknya terhadap ekosistem esports serta tim nasional yang sudah bersiap? Yuk, kita bedah bareng!
Alasan Penundaan Esports Nations Cup

Menurut pengumuman EF pada 18 Agustus 2026, keputusan penundaan berkaitan dengan evaluasi terhadap situasi kawasan yang lebih luas serta konsultasi dengan stakeholder utama.
EF menilai skala ENC terlalu besar untuk dipaksakan ketika kondisi belum memberikan kepastian yang cukup. Turnamen ini dirancang melibatkan tim nasional dari lebih dari 100 negara dan wilayah, sehingga kebutuhan koordinasi jauh lebih rumit dibanding turnamen esports biasa.
Dalam situasi seperti ini, satu perubahan kecil saja bisa berdampak ke publisher, pemain, National Team Partner, jadwal kompetisi, sampai penggemar yang sudah menyiapkan perjalanan.
Karena itu, EF memilih menggeser penyelenggaraan perdana ke November 2027. Riyadh tetap dipertahankan sebagai lokasi penyelenggaraan.
Kualitas Edisi Perdana Jadi Taruhan Utama
CEO Esports Foundation, Ralf Reichert, secara terbuka mengakui bahwa pembatalan jadwal 2026 adalah keputusan yang sangat sulit diambil. Ia sadar betul ekspektasi fans dan pemain sudah terlanjur membumbung tinggi.
Namun, Reichert menekankan tanggung jawab besar EF sebagai pihak penyelenggara. Menghadirkan kompetisi skala dunia berformat bendera negara menuntut standar eksekusi tanpa celah.
“Keputusan untuk menunda Esports Nations Cup bukanlah keputusan yang mudah,” ujar Ralf Reichert. Ia menambahkan bahwa EF bertekad menyajikan standar turnamen yang sepadan dengan besarnya gagasan panggung dunia ini.
Lebih dari 100 Negara Sudah Terlibat
Salah satu alasan ENC memiliki skala yang tidak sederhana adalah jumlah negara dan wilayah yang sudah masuk ke dalam ekosistemnya.
Pada Maret 2026, EF mengumumkan bahwa lebih dari 100 negara dan wilayah telah mendapatkan status National Team Partner. Bahkan, mereka menerima lebih dari 630 aplikasi dari 150 negara dan wilayah.
Beberapa bulan kemudian, lebih dari 700 Game Coaches dari lebih dari 100 negara dan wilayah juga telah ditunjuk untuk membantu proses pembentukan roster.
Jadi, penundaan satu tahun bukan cuma soal memindahkan tanggal di kalender. Ada banyak pemain, pelatih, publisher, organisasi nasional, dan komunitas yang harus ikut menyesuaikan rencana.
Nasib ENC Development Fund
EF memastikan penundaan tidak menghentikan komitmen terhadap ENC Development Fund maupun program pengembangan ekosistem nasional. Kerja sama dengan National Team Partners dan publisher juga akan terus berjalan menuju penyelenggaraan 2027.
Sebelumnya, EF sudah menyiapkan paket pendanaan senilai US$45 juta untuk edisi perdana ENC. Dari angka tersebut, US$20 juta dialokasikan sebagai hadiah untuk pemain dan pelatih, US$5 juta untuk insentif klub, sementara US$20 juta lainnya menjadi Development Fund untuk mendukung program tim nasional.
Jadi, jeda waktu tambahan ini bukan berarti seluruh program dihentikan.
Justru, periode menuju 2027 bisa dimanfaatkan untuk memperkuat struktur tim nasional dan memastikan ekosistem masing-masing negara lebih siap.
Bedanya Esports Nations Cup dengan Turnamen Klub Biasa
Satu hal yang bikin turnamen ini diantisipasi adalah konsep dasarnya. Berbeda dari kompetisi berbasis klub (esports orgs) seperti World Championship atau Major, ajang ini mengusung identitas kebanggaan nasional.
Format ini mirip seperti Piala Dunia di cabang olahraga tradisional. Atlet-atlet terbaik dari satu negara bakal digabungkan dalam satu bendera, lepas dari rivalitas tim profesional tempat mereka bernaung sehari-hari.
Konsep antarnegara ini diciptakan bukan untuk menggeser ekosistem turnamen klub yang sudah ada, melainkan untuk melengkapinya. Hal ini sekaligus memberi panggung baru bagi atlet yang selama ini kurang tersorot di liga waralaba (franchise league).
Penyesuaian Jalur Kualifikasi dan Kalender Baru Esports Nations Cup
Dengan bergesernya waktu pelaksanaan ke November 2027, sistem kualifikasi di tiap kawasan (qualifier round) otomatis bakal dirombak total.
EF berjanji akan merilis detail mekanisme kualifikasi baru serta pembaruan kalender pertandingan dalam beberapa minggu ke depan. Hal ini penting agar tiap negara mitra bisa menyesuaikan agenda internal mereka.
Inilah beberapa hal penting yang patut ditunggu dalam pengumuman EF mendatang:
- Skema pembagian grup kawasan/regional.
- Daftar judul game (game titles) resmi yang akan dipertandingkan.
- Prosedur pendaftaran dan batas akhir penentuan roster atlet.
- Format penyisihan online menuju putaran final offline di Riyadh.
Penundaan Demi Kualitas Turnamen yang Maksimal
Penundaan Esports Nations Cup dari November 2026 ke November 2027 memang menjadi pukulan kecil buat fans yang sudah menunggu debutnya. Namun, keputusan tersebut diambil dengan mempertimbangkan skala kompetisi dan kondisi kawasan yang dinilai membutuhkan kepastian lebih besar.
Dengan lebih dari 100 negara dan wilayah yang sudah menjadi mitra, ditambah program Development Fund yang tetap berjalan, persiapan menuju ENC masih jauh dari kata berhenti.
Sekarang tinggal menunggu bagaimana EF menyusun ulang kalender, jalur kualifikasi, dan komposisi kompetisi untuk 2027.
Buat lo yang penasaran seperti apa wajah esports antarnegara ketika akhirnya benar-benar digelar, satu tahun tambahan mungkin terasa lama. Tapi kalau waktu tersebut dipakai untuk membangun kompetisi yang lebih stabil dan matang, penantian itu bisa saja terbayar ketika ENC akhirnya berlangsung.
Gimana tanggapan lo soal keputusan penundaan ini? Apakah timnas esports langgananmu bakal makin siap pada 2027 nanti? Yuk, bagikan pendapat dan diskusi bareng komunitas gamers lainnya di PLAYKAMI sekarang juga!
